IndoFOCUS.net RSS

Sebuah Motivasi yang Berawal dari Penyakit Hati (Part 1)

  • Sering kuterlena akan sifat iseng, iri, dan dengki ku yang kadang berujung kepuasan, meski sifatnya hanya “kepuasan” sesaat, sedikit keberhasilanku dalam menekuni bidang komputer sudah sanggup membuat kepala ini mendongak ke atas. Berawal dari sedikit pengetahuanku yang kudapat dari teman kost tentang bagaimana cara menghilangkan virus trojan yang populer saat masa kuliah membuatku merasa benar-benar didewakan di kampus. Maklum saja karena fakultas tempatku menuntut ilmu itu adalah Fakultas Ilmu Administrasi (sosial), jadi wajar jika dalam 1 angkatan hanya beberapa orang saja yang mengerti perkembangan dunia komputer.

    Rasa senang dan bangga karena merasa kemampuanku sudah berada di atas rata – rata teman kampus membuatku semakin terpacu untuk mengembangkannya. Beberapa software komputer telah terinstall pada komputerku dan pada akhirnya kuputuskan untuk menekuni software grafis dengan alasan klasik yakni ingin bernarsis ria menjadikan wajahku yang jelek ini sedikit tertolong tanpa melakukan operasi plastik dengan menggunakan software grafis paling terkemuka di dunia Adobe Photoshop yang selanjutnya membuatku ketagihan untuk mengupdate fitur Adobe di internet. Mungkin karena kebiasaan atau mungkin karena senang, tak perlu waktu yang lama bagiku untuk menguasai tips dan trik olah grafis untuk kemudian kugunakan untuk mencari pengakuan atas kerja kerasku selama ini di dunia maya dan secara mengejutkan dari 4 bulan eksis di sebuah forum photoshop, aku sudah diangkat menjadi global moderator forum tersebut. Wow … sungguh hati ini senang bukan kepalang dibuatnya sampai tak sadar kesibukan baru itu ternyata membuat pengeluaranku per bulan menjadi meningkat karena seringnya aku bermain di warnet dengan kopi dan rokoknya yang tak pernah ketinggalan.

    Kesadaranku sedikit tergugah lantaran ibuku sempat menanyakan kepadaku kenapa pengeluaran beberapa bulan terakhir menjadi meningkat..? Aku yang sulit berbohong kepada ibuku akhirnya mengakui bahwa uang kiriman beliau aku pakai untuk menghabiskan waktu malamku di warnet namun anehnya ibuku tak mempersoalkan lagi alasan itu dan langsung berucap salam. Merasa tak enak hati, aku mulai mengurangi kebiasaan malamku di warnet dan mulai fokus mengerjakan skripsi untuk mengejar 3,5 tahun kelulusanku. Singkat kata singkat cerita dengan susah payah akhirnya aku sanggup menyelesaikan skripsi dengan judul yang terkontaminasi penyakit otakku (error) yang selalu ingin lain daripada yang lain. Beruntung aku memiliki seorang kekasih (Irma Yerrika) yang sabar dalam menghadapi segala tingkah laku ku sampai pada akhirnya aku sanggup menyelesaikan semua prosedur kelulusanku dengan benar berkat motivasi (sedikit paksaan) yang diberikannya.

    To be Continued …


    Kesadaran adalah Matahari... Kesabaran adalah Bumi... Keberanian Menjadi Cakrawala... dan Perjuangan adalah Pelaksanaan Kata-Kata..  .


Artikel Terkait Lainnya..... no matches
  1. salam kenal mas, saya mau copy artikel panjenengan yo …

    [Reply]

Leave a Comment

*